026. JUMLAH MALAIKAT

Posted on March 18, 2015

0


Walau Satu Ayat ep. 026. Nama-nama dan urusan 10 Malaikat, paling sering dipahamkan melalui sekolahan; padahal sesungguhnya Allah س mencipta lebih banyak dari jumlah itu. Bahkan, Dia berfirman dalam Kitab Al Quran, setiap mahluk Nya yang berjumlah milyaran, selalu diiringi oleh Malaikat. Selain itu, Rasulullah ص bersabda, ada puluhan Malaikat mengiringi manusia yang menunaikan shalat.

Setelah Banas membuka tausiah ba`da dhuha, lalu mengemukakan, “Pada tausiah yang lalu, sudah dibahas mengenai sepuluh nama Malaikat dan urusan yang diembannya; tetapi sesungguhnya jumlah Malaikat tidak sepuluh saja; misalnya dapat dicermati dalam QS Ar Ra`du (13):11, sebagian artinya, Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah س, dst. Ayat ini menegaskan, Allah س selalu memindai umat Nya setiap saat, dengan cara mendampingkan Malaikat Nya; lalu dalam QS Ali Imran (3):124-125, difirmankan,

إِذْتَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمبِثَلاَثَةِ آلاَفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُنزَلِينَ ﴿١٢٤﴾ بَلَى إِنتَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـذَايُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ﴿١٢٥

Artinya, (124) (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin, “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? (125) ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. Dua ayat ini mengisahkan Perang Badar; meski Rasulullah ص disertai pengikut dengan jumlah yang sangat sedikit dibanding tentara kaum kafir, tetapi beliau memenangkan perang ini, karena dibantu 8.000 Malaikat”. Lalu dikatakan, “Dalam QS Al Haqqah (69):17, difirmankan,

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ ﴿١٧

Arti ayat ini, Dan malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Melalui ayat ini dijelaskan, sesungguhnya Malaikat selalu menjaga di seluruh penjuru langit dan sebagian lagi menjunjung `Arsy; ayat ini mengisahkan kejadian kelak di Hari Kiamat. Kemudian dalam QS Al Muddatstsir (74):29-30,

لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ ﴿٢٩﴾ عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ﴿٣٠

Dalam ayat ini difirmankan, (29) (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (30) Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Ayat ini sekaligus lebih memerinci, sesungguhnya Malaikat Malik, bukan satu-satunya penjaga neraka, melainkan masih ada sedikitnya 19 Malaikat penjaga Neraka Saqar. Selain itu, dalam QS An Naba’ (78):38, difirmankan,

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفّاً لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرحْمَنُ وَقَالَ صَوَاباً ﴿٣٨

Melalui ayat ini difirmankan, Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi ijin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Pada ayat ini terdapat lafadz berdiri bershaf-shaf, menjadi pertanda, jumlah Malaikat tak terbilang. Juga dalam QS Al Fajr (89):22 difirmankan,وَجَاء رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفّاً صَفّاً; artinya, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris; lafadz berbaris-baris pada ayat ini menunjukkan jumlah Malaikat yang sangat banyak”.

Lalu dikatakan, “Jumlah Malaikat juga tidak dapat diperkirakan, dengan mencermati HR Abu Hurairah ر; berkata, “Baginda Rasulullah ص bersabda, “Apabila Hari Jumat, para Malaikat berdiri di pintu masjid sambil mencatat orang yang datang dahulu, lalu yang datang sesudah itu dan sesudah itu. Perumpamaan orang-orang yang datang pada waktu yang paling awal adalah seperti orang yang berkurban seekor unta, lalu berkurban sapi, lalu berkurban kambing kibas, lalu berkurban seekor ayam, lalu berkurban sebutir telur. Kemudian apabila imam sudah keluar/duduk, Malaikat itu melipat buku-buku catatannya dan mendengarkan dzikir (khutbah)”. Hadis ini memberikan pembelajatan, jumlah Malaikat yang mengemban tugas di Hari Jumat, berdiri di pintu-pintu masjis; berapa jumlah masjid di dunia ini, sungguh tak dapat diperkirakan banyaknya, sehingga tidak dapat lagi menghitung berapa banyaknya Malaikat yang bertugas. Dalam Hadis ini terdapat lafadz apabila imam sudah keluar/duduk, maksudnya bila khotib mulai naik mimbar”.

Berhenti sejenak, lalu diteruskan, “Jumlah Malaikat yang lebih banyak dapat dicermati dalam HR Muslim dari Anas bin Malik عنهُما; dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi ص bersabda (antara lain) bersabda, “Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya, Siapa ini? Jawabnya, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu? Jawabnya, Muhammad. Ditanyakan, Apakah ia telah diutus? Jawabnya, Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim ع sedang menyandarkan punggungnya pada Baitul Makmur. Beliau mengatakan, setiap hari ada tujuh puluh ribu Malaikat masuk ke Baitul Makmur dan tidak kembali lagi ke sana”. Hadis ini memberi pembelajaran, sesung-guhnya, setiap hari ada 70.000 (tujuh puluh ribu) Malaikat masuk ke Baitul Makmur; adapun maksud lafadz tidak kembali lagi ke sana, adalah Malaikat yang sudah masuk ke Baitul Makmur, tidak keluar lagi; Baitul Makmur adalah suatu rumah di langit ketujuh”.

Kemudian dikatakan, “Penyebutan jumlah Malaikat juga dapat dicermati dalam HR Rifa`ah bin Rafi’ Ar Ruzaqi ر, ia berkata, “Pada suatu hari kami shalat dibelakang Nabi ص. Ketika beliau mengangkat kepala dari rukuk sambil mengucapkan, سمِع اللّهُ لِمَن حَمْده (semoga Allah mendengarkan orang yang memuji Nya), maka seseorang laki-laki mengucapkan, رَبَّنَاوَلَكَ الْحَمْدُ كَثِيراً طَيِّبَا مُبَارَكَافِيه (artinya, Wahai Tuhan kami, hanya bagi Mu segala puji dengan pujian yang banyak, baik, dan diberkahi). Setelah beliau berpaling (salam), beliau bertanya, ”Siapakah orang yang mengucapkannya?” Ia menjawab, “Saya”. Beliau bersabda, “’Saya telah melihat tiga puluh lebih Malaikat bersegera, entah mana yang pertama menulisnya”. Hadis ini mengisahkan, sedikitnya 30 Malaikat mendampingi setiap jemaah shalat, mencatat pahala bagi yang melantunkan lafadz itu”.

Lalu Banas menutup tausiah, dengan mengatakan, “Dalam kesempatan kali ini, sudah dibahas jumlah Malaikat dan urusan yang diemban sungguh tak terbatas; tentunya mencapai milyaran, mengingat semua mahluk diiring oleh Malaikat, tidak terbatas pada manusia, tetapi juga benda bernyawa lain dan benda tak bernyawa. Malahan ada Malaikat yang mengemban tugas-tugas yang selama ini jarang kita dengar; seperti Malaikat Gunung, Malaikat Rahmat, Malaikat Azab, Malaikat di Pintu Masjid, dan masih banyak Malaikat lainnya”. Usai menyampaikan kata penutup ini, Banas turun mimbar dan para taklim bergegas pulang.

Advertisements
Posted in: Hikmat