023. IBLIS yg DIUSIR

Posted on December 18, 2014

2


Walau Satu Ayat ep. 023. Sejak berhasil menipudaya Adam ع, Iblis diusir dari surga untuk tinggal di bumi, dan dilarang menembus langit. Namun mereka selalu berusaha keras menembusnya, untuk mendengar perintah Nya kepada malaikat yang terkait dengan kehidupan manusia. Lalu berita ini dibisikkan kepada “orang pinter” sebagai bahan perbantuan kepada manusia, sehingga ustadz dan mereka disebut bersekutu dengan Iblis.

Setelah Banas menyampaikan kata pembuka dalam tausiah ba`da dhuha, lalu mengemukakan, “Sudah kita bahas dalam tausiah yang lalu, selepas iblis tidak mentaati perintah Allah س untuk bersujud kepada Adam ع, mereka dilaknat dan dipastikan menjadi penghuni neraka; kemudian diusir untuk turun, yaitu tinggal di bumi. Allah س juga menegaskan, dalam kehidupan di dunia, iblis menjadi musuh manusia; maksudnya, manusia yang berusaha untuk meneguhkan keberimanannya selalu diganjal iblis yang berusaha untuk menghalangi manusia menuju jalan yang lurus. Tetapi sebanyak manusia yang terjerembab ke pelukan iblis, sebanyak itu pula Allah س memberikan pengampunan, bagi yang beristighfar dan tidak mengulang kembali perbuatannya”; ada taklim yang bertanya, “Pak Ustadz, meskipun iblis tidak dapat masuk ke surga lagi, apakah mereka masih leluasa menjelajah langit?”

Banas mengemukakan, “Pada tausiah yang lalu sudah kita bahas, sejak tidak mau bersujud kepadaAdam ع, iblis disebut sebagai golongan kafir, karena enggan dan takabur kepada Allah س, yang difirmankan dalam QS Al Baqarah (2):34; lalu pada ayat 38, Adam ع, Hawa dan iblis diturunkan ke bumi. Kita dapat mencermati, kenapa mereka diusir, sebagaimana difirmankan dalam QS Al A`raf (7):13,

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ ﴿١٣

Artinya, Allah berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk golongan yang hina”. Maksud ayat ini, selain mengusir iblis dari kediaman di surga, juga memberikan pembelajaran bagi umat, surga bukan tempat mahluk sombong”. Lalu dikatakan, “Untuk memahami lebih lanjut nasib iblis, marilah mencermati ayat 18,

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْؤُوماً مَّدْحُوراً لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لأَمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿١٨

Artinya, Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai yang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi Neraka Jahannam dengan kamu semuanya”. Akibat dari pengusiran mereka dari kediaman semula di surga, jadilah mereka golongan yang terusir; dalam ayat ini ditegaskan, manusia yang mengikuti jalan iblis, menjadi penghuni Neraka Jahanam”.

Lalu diteruskan, “Untuk menjawab pertanyaan, apakah iblis masih leluasa menjelajahi langit, marilah mencermati QS Ash Shaffat (37):6-7, difirmankan,

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾ وَحِفْظاً مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ ﴿٧

Artinya, (6) Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang; (7) dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka.Melalui ayat ini, Allah س menegaskan, telah menghiasi langit dengan bintang-bintang; fungsi bintang-bintang dalam kaitannya dengan nasib iblis sebagai golongan yang terusir, dapat dicermati dalam ayat 8-9, difirmankan,

لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ﴿٨﴾ دُحُوراً وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ﴿٩

Artinya, (8) Setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru; (9) untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Dalam ayat ini ditegaskan, fungsi bintang, selain sebagai penghias langit dan beberapa kemanfaatan umat, juga untuk memagari setan agar tidak memasuki ke sisi dalam langit yang berusaha mencari berita. Jika ada iblis yang berusaha mencari berita dari langit, mereka diusir; cara pengusirannya, terdapat dalam ayat 10, difirmankan,

إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ﴿١٠

Artinya, akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang; dalam ayat ini dijelaskan, setan diusir dengan cara dilempari suluh api dari segala penjuru; dikaitkan dengan ayat-ayat sebelumnya, suluh ini terbuat dari bintang”.

Usai berkata kegitu, Banas menutup tausiah dengan mengemukakan, “Melalui tausiah pagi ini, marilah kita pahami, iblis adalah golongan yang terusir; mereka diusir dari surga Nya, karena kesombongannya. Allah س menegaskan, setiap mahluk yang sombong, diharamkan memasuki surga. Untuk mencegah iblis memasuki kawasan sisi dalam langit, Allah س memagarinya dengan bintang; setiap saat, bintang-bintang ini dapat berubah menjadi suluh api untuk mengusir iblis yang berusaha merangsek ke dalam langit”. Setelah tausiah ditutup, terlihat para taklim pulang dengan penuh percaya diri, serta menjaga iblis merasuki hatinya.

Advertisements
Posted in: Hikmat